Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Keterampilan Konseling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keterampilan Konseling. Tampilkan semua postingan

Kriteria guru Bimbingan dan Konseling




Kriteria guru Bimbingan dan Konseling sebagaimana dituangkan dalam Permen 27 tahun 2008 ialah pendidik yang berkualifikasi akademik minimal Sarjana Pendidikan (S-1) dalam bidang Bimbingan dan Konseling dan memiliki kompetensi di bidang Bimbingan dan Konseling.
 

Jabatan fungsional guru Bimbingan dan Konseling


Jabatan fungsional guru Bimbingan dan Konseling pada satuan pendidikan adalah guru Bimbingan dan Konseling yang memberikan akomodasi terhadap peserta didik dalam mencapai perkembangan optimal dan kemandirian secara utuh dalam aspek pribadi, belajar, sosial, dan karir. Hal tersebut berlandaskan pada pemahaman bahwa dalam rangka pengembangan kompetensi hidup, peserta didik memerlukan sistem layanan pendidikan di satuan pendidikan yang tidak hanya mengandalkan layanan pembelajaran mata pelajaran/ bidang studi dan manajemen namun juga layanan bantuan khusus yang lebih bersifat psiko-edukatif melalui layanan bimbingan dan konseling.
 

Profesionalisasi Konseling



Guru Bimbingan dan Konseling di sekolah

Istilah Bimbingan dan Konseling sudah sangat populer dewasa ini, bahkan sangat penting peranannya· dalam sistem pendidikan. Ini semuanya terbukti karena Bimbingan dan Konseling telah dimasukkan dalam kurikulum Pendidikan sekolah yang merupakan salah satu komponen dari pendidikan, mengingat bahwa Bimbingan dan Konseling adalah suatu kegiatan bantuan dan tuntunan yang diberikan kepada individu pada umumnya, dan siswa pada khususnya di sekolah dalam rangka meningkatkan mutunya. Hal ini sangat relevan jika dilihat dari perumusan bahwa pendidikan itu adalah merupakan usaha sadar yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian dan potensi-potensinya (bakat, minat, dan kemampuannya). Kepribadian menyangkut masalah perilaku atau sikap mental dan kemampuannya meliputi masalah akademik dan keterampilan. Tingkat kepribadian dan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang merupakan suatu gambaran mutu dari orang bersangkutan. Pada masyarakat yang semakin maju, masalah penemuan identitas pada individu menjadi semakin rumit. Hal ini disebabkan oleh tuntutan masyarakat maju kepada anggota-anggotanya menjadi lebih berat.
 

ATTENDING PERSONALLY

PENDAHULUAN

            Konseling merupakan suatu proses  yang melibatkan prilaku individu  partisipan yang terkait di dalamnya, yaitu konselor dan konseli serta unsur yang terkait yaitu interaksi dan situasi internal dan eksternal. Konseling merupakan inti kegiatan  bimbingan secara keseluruhan  dan lebih berkenaan dengan masalah individu secara pribadi. Mortensen dalam M. Surya (2003) mengatakan bahwa, “counseling is the heart of the guidance program”. 

          Jones (M. Surya, 2003) menyebutkan  bahwa konseling sebagai suatu hubungan  profesional antara  seorang konselor yang terlatih  dengan klien.

 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Muhamad Hamdi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger