Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Testing Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Testing Psikologi. Tampilkan semua postingan

INVENTORI TUGAS PERKEMBANGAN


 

Pengertian

ITP (Inventori Tugas Perkembangan) adalah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat perkembangan peserta didik, yang dikembangkan oleh Sunaryo, dkk. ITP menurut (Sunaryo Kartadinata dkk, 2003:3), untuk mengukur tingkat perkembangan siswa atau pencapaian tugas-tugas perkembangan dari setiap aspek perkembangan, teori perkembangan diri dari Loevinger (dalam Kartadinata ITP, 2001:3) dipilih sebagai kerangka kerja teoretik dalam mengembangkan inventori tugas- tugas perkembanga
 

Teknik Observasi dalam Penerapan Asesmen BK





Observasi merupakan salah satu teknik non tes dalam melakukan asesmen yang dapat digunakan atau dikembangkan oleh guru BK. Teknik non tes ini merupakan teknik pemahaman individu untuk mengumpulkan data/ keterangan/informasi diri siswa dan lingkungannya dengan menggunakan instrumen/alat yang tidak baku. Teknik nontes berarti melaksanakan pengukuran atau penilaian dengan tidak menggunakan teknik tes Dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling teknik asesmen ini umumnya dilakukan guru BK/ konselor untuk mendapatkan data dan informasi mengenai kepribadian peserta didik secara menyeluruh.
 

Tes Bakat Diffrensial & Tes Minat Jabatan



TES BAKAT DIFERENSIAL

Marthen Pali (2008) menguraikan bahwa Tes Bakat Diferensial, nama aslinya Differential Aptitude Tests (DAT), dirancang untuk dipergunakan dalam konseling pendidikan bagi siswa usia sekolah lanjutan, yakni SLTP dan SMU/ SMK (Bennett et al., 1982).   DAT disusun oleh Bennett, Seashore, dan Wesman pada tahun 1947. Bentuk aslinya ialah Bentuk A dan B. Dalam perkembangannya telah dilakukan revisi dan standardisasi ulang. Pada tahun 1962 dikembangkan dalam Bentuk L dan M; tahun 1972 berkembang Bentuk S dan T; dan pada tahun 1980 Bentuk V dan W (Bennett et al., 1982). Untuk memahami terminologi aptitude yang digunakan dalam penamaan tes ini, Bennett menggunakan definisi yang terdapat dalam Warrens Dictionary of Psychology (1934) sebagai berikut.
 

RELIABILITAS DAN MODEL KLASIK SKOR SEBENARNYA


PENDAHULUAN
Salah satu masalah utama dalam kegiatan penelitian sosial dan psikologi adalah masalah cara memperoleh data informasi yang akurat dan obyektif. Hal ini menjadi sangat penting artinya dikarenakan kesimpulan penelitian hanya akan dapat dipercaya apabila didasarkan pada informasi yang juga dapat dipercaya. Informasi yang akurat dan obyektif dalam penelitian biasanya tidak mudah diperoleh terutama dikarenakan konsep mengenai variabel yang diukur tidak selalu mudah dioperasionalkan sebagaimana dalam penelitian. Operasional atribut dan variabel yang hendak diteliti sudah dapat ditegakkan prosedur pengukurannya yang menjadi penentu apakah informasi yang dihasilkannya dapat dipercaya atau tidak.
 

PROSEDUR MENGESTIMASI RELIABILITAS


PENDAHULUAN

Dalam bab sebelumnya model teoritis disajikan untuk mengkarakterisasi pengaruh kesalahan acak pa
da nilai tes. Menurut model klasik skor murni, koefisien reliabilitas didefinisikan sebagai korelasi antar tes paralel. Koefisien reliabilitas yang ditunjukkan juga harus setara dengan proporsi varian skor yang diamati disebabkan oleh varian pada nilai ujian yang benar. Dalam prakteknya, bagaimanapun juga, pengembang tes tidak dapat dijamin untuk menciptakan pengukuran paralel yang sempurna, atau nilai murni pada ujian bisa diperoleh. Lalu bagaimana bisa koefisien reliabilitas untuk satu set pengukuran ditentukan? Jawabannya adalah bahwa koefisien reliabilitas untuk satu set nilai tidak pernah dapat ditentukan secara pasti, tetapi bisa diperkirakan
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Muhamad Hamdi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger